OpenSID merupakan aplikasi bersifat Open Source. Dikembangkan oleh OpenDesa demi mendukung keterbukaan informasi dan digitalisasi Desa diseluruh Indonesia
Karhutla Kembali Mengancam Permukiman Tepian Batang, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api.
09 Oktober 2026
7 Kali Dibaca
Administrator
TEPIAN BATANG – Perjuangan menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, kembali berlanjut hari ini.
Sehari setelah sejumlah titik api berhasil ditangani, Tim Gabungan Penanggulangan Karhutla Kabupaten Paser kembali berjibaku memadamkan lahan yang terbakar. Kondisi di lapangan kembali menjadi perhatian karena kobaran api terlihat semakin mendekati kawasan permukiman warga, khususnya di sekitar Lingkungan RT 01 Desa Tepian Batang.
Api yang membakar lahan kering dan semak belukar terus menjadi ancaman di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung. Petugas pun harus bergerak cepat melakukan pemadaman agar kobaran tidak menjalar lebih jauh menuju rumah-rumah warga.
Titik Api Mulai Mendekati Jalan Prijak
Tidak hanya di RT 01, kepulan asap dan titik api juga kembali terlihat di sekitar Jalan Prijak, Lingkungan RT 11.
Posisi api yang mulai mendekati kawasan permukiman membuat kewaspadaan semakin ditingkatkan. Lahan yang kering dan mudah terbakar menjadi tantangan tersendiri bagi petugas yang berada di lapangan.
Dengan kondisi tersebut, tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian di sejumlah bagian lahan yang masih terbakar. Pergerakan api terus dipantau untuk memastikan kobaran tidak kembali merambat ke arah permukiman.
Asap kembali mengepul di sekitar lahan yang terbakar, sementara petugas berjibaku mengendalikan api agar tidak semakin mendekati rumah-rumah warga.
Alhamdulillah, Api Berhasil Dikendalikan Menjelang Zuhur
Kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil.
Alhamdulillah, mendekati waktu Zuhur, kobaran api di sejumlah titik berhasil dikendalikan. Petugas terus memastikan kondisi di sekitar lokasi aman dan tidak terdapat kobaran yang kembali membesar.
Keberhasilan mengendalikan api ini tentu menjadi kabar melegakan bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar RT 01 dan Jalan Prijak RT 11 yang berada cukup dekat dengan lokasi kebakaran.
Meski api telah berhasil dikendalikan, kewaspadaan tetap diperlukan. Kondisi lahan yang masih kering akibat kemarau membuat potensi munculnya kembali titik api tetap harus diantisipasi.
Sinergi Petugas dan Masyarakat Sangat Dibutuhkan
Peristiwa Karhutla yang kembali terjadi dalam dua hari berturut-turut menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran lahan masih sangat tinggi selama musim kemarau.
Tim gabungan terus berupaya melakukan penanganan di lapangan, sementara masyarakat diharapkan ikut berperan aktif dalam mencegah munculnya sumber api baru.
Warga diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan apabila melihat asap atau titik api di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Dari RT 01 hingga kawasan Jalan Prijak RT 11, perjuangan melawan Karhutla kembali berlangsung. Api memang berhasil dikendalikan menjelang Zuhur hari ini, namun kewaspadaan belum boleh padam.
Mari bersama menjaga Tepian Batang. Cegah Karhutla, lindungi lingkungan dan permukiman warga.